Gonta-Ganti Pasangan!!

Saturday, September 17, 2016   Nathan Bravian   1 komentar
Saya Nathan Bravian. Seorang laki-laki tulen. Siswa SMK Krian 2. Anak pertama dari 2 bersaudara. Suka bermain komputer. Suka bergonta-ganti pasangan.
Ya, dari kalimat terakhir kalian bisa langsung tahu bahwa saya adalah jomblo yang songong, dan mungkin itulah salah satu sebab saya masih jomblo hingga detik ini.
Pasangan pada konteks ini adalah sebuah sistem operasi. YAAA BENARR. Ini adalah serial lanjutan dari artikel sebelumnya. Tentu, tidak lain dan tidak bukan. Kita akan membahas tentang Linux. Bukan Windows karena terlalu mainstream dan MacOS karena terlalu ekstrim. HARGANYA. Karena itulah akhirnya saya memilih untuk mencoba Linux, berikut beberapa alasannya :
openSUSE with KDE
  • ·         GRATIS. Siapa di dunia ini yang gak suka gratisan ?
  • ·         AMAN. Orang mana yang hidupnya mau terancam terus-terusan ?
  • ·         BERAGAM. Kita tinggal di Indonesia yang memiliki banyak keberagaman suku dan budaya, jadi apa salahnya kalo kita menggunakan OS yang seperti Indonesia. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Banyak turunan tetapi tetap satu bapak. UNIX.
  •      UNIX. Ini bukan unix yang barusan, tapi ini adalah bentuk bahasa gaul (dari kata unik). Ya linux itu unix. Karena tiap os nya itu berbeda-beda cara troubleshootingnya.
  • ·         BIKIN KEREN. Ya, ketika kita ditempat public dan liat kita pake OS yang bukan Windows, kita akan dicap sebagai hacker, bagi sebagian orang itu terlihat keren.

Ps: yang mau baca artikel tentang Indonesia bisa cek disini :p

Ya itu adalah beberapa alasan menurut saya sendiri. Kalau ada versi kalian, jangan lupa tulis di commentbox bawah :D.

Sebenarnya saya kembali tertarik dengan Linux di awal bulan September lalu. Hal ini disebabkan karena saya bosan dan bosan. Sehingga saya butuh penyegaran dari Windows, ingin ke Mac tapi mustahil, maka “pelarian” saya adalah Linux. Sebenernya saya sudah install Kubuntu 16.04 di laptop sakti ini. Tapi jarang saya sambangi, karena keterbatasan kuota dan waktu. Pada awal September lalu teman saya mencoba OS linux yang bernama Solus, bukan Solusi ataupun Terasi.

Namanya memang Solus. OS ini merupakan OS yang independent alias tidak bergantung pada OS Linux Senior (Arch, Debian, SUSE, Fedora). Jadi saya terus terang termasuk nekat. Karena ilmu Linux saya masih sedikit tapi nekat mencoba OS yang bisa dibilang masih baru. Proses download pun selesai, dan langsung buat live usb pake Rufus. Dan langsung install. Bagi yang pake Windows 8+ jangan lupa matikan fastbootnya, biar gampang.

Ketika Live USB dimulai saya cukup excited karena proses ini berhasil. Lanjut untuk beradaptasi, dan memberanikan untuk install. Setelah mengisi form BPJS Username, Keyboard, Bahasa, dan Friendzone Timezone. Tiba saatnya untuk mengatur partisi harddisk, disini yang bikin deg-deg. Karena ternyata partisi yang saya siapkan gak terdeteksi. Akhirnya mau tak mau, sudi tak sudi membatalkan instalasi, dan masuk ke Windows untuk format partisi, karena saya sudah terlanjur tergesa-gesa, lupa cek kalo di Solus ternyata ada GParted nya :v (hal ini saya ketahui baru 6 jam yang lalu). Cukup rumit jika dijelaskan disini, mungkin di artikel selanjutnya saya akan mencoba untuk menjelaskan secara detail untuk instalasi Linux.

Pertamanya saya kira akan betah bersama Solus, tapi kemesraan itu hanya berlangsung kurang dari 4 hari :v. Sebelumnya saya memakai Ubuntu 16, tapi gak berlangsung lama juga, cuma seminggu. Ganti lagi ke Ubuntu Mate, cuma 3 hari doang. Disini cukup membuktikan bahwa saya seorang PlayLinuxer.

Yang terakhir baru aja tadi saya pasang, adalah openSUSE Leap 42.1. Downloadnya lamaaa banget, iso nya aja 4,3 GB. Gokilz! Yang saya suka dari openSUSE adalah dia sangat menantang, berbeda dari yang lain. Installernya saja cukup membuat saya bingung dan sempat harus kembali ke masa lalu agar bisa melakukannya dengan lancar.


Untuk selengkapnya akan saya tulis di artikel review. Jadi cukup sekian artikel special malam minggu ini. Thanks, Ciao!

1 comment:

  1. kalo laptop kosongan diinstal openSUSE masih enak
    kalo laptop ada windows-nya ini yang malesin ngaturnya, haha

    ReplyDelete