DISKONAN CUYY

Tuesday, September 13, 2016   Nathan Bravian   2 komentar
Wahai para umat pembaca blog ini, siapakah diantara kalian yang tidak suka pada diskonan ?? Saya rasa tidak ada. Kalaupun ada mungkin dia tidak punya uang untuk beli barang yang didiskon.
Saya sendiri merupakan tipe orang yang malas-malas rajin dalam mencari diskon atau sesuatu yang dipotong (harganya). Karena biasanya saya memang cari yang sudah murah :v #kere kalau gak gitu saya cari sesuatu yang sudah jelas diskonnya (tanpa embel-embel *syarat dan ketentuan berlaku*). Itu dalam hal shopping secara fisik.

ARTIKEL INI TIDAK DISPONSORI OLEH PIHAK MANAPUN.
KALAU ADA YANG MAU SPONSOR SAYA TERIMA DENGAN SENANG HATI :p

Kalau dalam hal online, disini dalam konteks belanja online. Saya lebih suka berbelanja disini (serius, bukan sponsor ini) karena saya bisa memilih tokonya dengan harga yang tentunya bisa cari mana yang murah. Sesuai dengan tagline dari toko tersebut, “Mall Online Terbesar di Indonesia”. Saya akhirnya tidak skeptis lagi tentang belanja online karena ada fitur yang akrab dipanggil rekber. Jadi walaupun doi mau tipu-tipu gak bisa juga, itu yang membuat saya merasa nyaman dan aman #baper. Satu lagi yang saya suka dari toko online ini adalah bisa bayar di minimarket :D jadi gak usah bolak-balik ke Bank.

Kalau udah online, tak lepas dari yang namanya gadget. Apalagi yang namanya Android itu, udah menjamur dimana-mana dari anak kecil sampe manula semuanya pegang gadget. Pasti kalau yang punya Android, pas jalan-jalan di PlayStore pernah liat aplikasi bagus yang bayar, dan itu bagus. Kita pingin punya. Disinilah jiwa konsumtif manusia teruji.

PlayStore menyediakan beberapa metode pembayaran antara lain pake kartu kredit, redeem Google Play Gift Card (gak tau masih ada apa kaga), sama bayar pake pulsa. Nahh ini, dengan metode bayar pake pulsa jiwa konsumtif manusia kembali di uji. Untuk sementara ini yang bisa bayar pake pulsa adalah operator merah, biru, dan kuning.

Nah, kampretnya developer aplikasi adalah dia membuat aplikasi bagus dengan disisipi iklan yang mengganggu. Ya okelah, saya paham para om developer ya butuh makan untuk menyambung hidup dan menafkahi keluarga mereka. Saya juga sebagai content creator juga menyukai iklan dan sponsor, karena dari merekalah kita makan. Tapi ya mbok jangan ngageti iklannya. Enak-enak main eh ada pop up iklan, kan mengganggu juga..

Yang kedua, mereka membuat aplikasi yang freemium. Disini, jiwa konsumtif (kembali) di uji. Sebelumnya saya jelaskan secara singkat, apa itu freemium. Freemium terdiri dari 2 kata: Free dan Premium. Maksudnya adalah, Aplikasi tersebut awalnya free. Tapi untuk menikmati beberapa fitur lebih, kita diharuskan membayar beberapa uang untuk menikmati fitur tersebut.
Biasanya yang freemium adalah game, kaya Pokemon GO. Kalau kita kehabisan pokeball atau pengen beli ‘jamu’ untuk ngelemesin si monster, kita harus beli item itu dengan harga yang ditentukan. Ada lagi kaya aplikasi security kaya Lockwatch yang bisa ngebantu nyari hape yang hilang dibawa kenangan masa lalu.

Kali ini iman saya diuji. Pertengahan Agustus lalu, saya dapet email dari Spotify. Dia ngirimin gambar yang bertuliskan:
3 bulan hanya seharga Rp 4.990
Buset dah! Tanpa pikir panjang langsung saya klik tombol pink dibawahnya untuk langganan Spotify Premium seharga Rp 4.990. Disini, saya selalu bingung. Kenapa mereka kok memberi harga yang nanggung, kok gak langsung ngomong 5 rebu. Pake angka 99x segala. Yuk lanjut, setelah di klik itu saya diarahkan menuju jalan yang benar, menuju petunjuk Ilahi website pembayaran Spotify. Saya pikir hanya bisa dibayar pakai kartu kredit. EH TERNYATA BISA  BAYAR PAKE DOKU atau bisa langsung ke ALFAMART. Ini yang saya suka :D Tanpa pikir panjang langsung saya pilih opsi bayar di Alfamart (sebenernya gak di Alfamart doang, bisa di Lawson atau Alfamidi) tapi hari itu gak sempat, akhirnya saya bayar esok hari.

Keesokan harinya, sepulang sekolah saya nyamperin Alfamidi sebelah sekolah dan langsung nyamperin mbak dikasir dan minta pin bb ngomong kalau mau bayar DOKU. Dan si mba-mba nya ini gak ngerti. Akhirnya saya bombing dengan halus dan lembut, apa yang harus dilakukan mba nya ini. Nggak, saya bukan mantan pegawai disana. Tapi karena waktu pembayaran ini, kita diberikan instruksi gimana cara pembayaran tunainya. Jaga-jaga kalau mbak Alfanya gak tau kaya kasus tadi. Setelah mengisi token tadi, akhirnya saya bayar sebesar 10 ribu. Lho kok 10 ribu ? Ya memang gitu, waktu pembayaran udah dijelaskan, bawah promo Rp 4.990 itu hanya berlaku kalau bayar pake kartu kredit. Sempet nyesel sih, tapi setelah mikir-mikir lagi, ya gakpapa lah lumayan juga 10 ribu 3 bulan, daripada sebulan 50 ribu :v #KereHematBedaTipis.

Sepulang bayar dari Alfamidi, tak perlu menunggu sampe doi peka, langsung saya dapet email dari Spotify tentang kwitansi online itu. Dan saat saya buka aplikasi Spotify-nya (dari PC) dan Voilaaa, ada tulisan premium di title bar :D. Akhirnya saya bisa play musik tanpa iklan, bisa gonta-ganti sesuka hati. Kalau di PC sih yang kerasa cuma tanpa iklan. Begitu di hape, semua fiturnya kerasa banget. Jadi pengen nerusin untuk bulan ke-4 :v #LemahIman

So, itu tadi pengalaman mencari diskon ala saya. Kalau kamu ? ceritakan di kolom komentar atau tulis di blogmu. Pesan moral dari episode kali ini adalah: Jagalah mata, hati, pikiran dan dompet, ketika memasukki kawasan diskon. Karena otak kosong dan dompet penuh lebih berbahaya dari godaan mantan. Sekian dulu godaan dari saya. Terimakasih dan Ciao!

2 comments:

  1. sepertinya lagi banyak yang suka spotify yah? :D
    aku mau nyobain ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba aja mas, biar kekinian.
      mumpung masih diskon lho wkwk

      Delete