1001 Tentang Cinta : Ditolak..

Sunday, July 17, 2016   Nathan Bravian   Beri komentar
Ya, ini adalah seri lanjutan dari kata pengantar 1001 Tentang Cinta yang beberapa minggu lalu saya buat, rupanya baru bisa saya selesaikan sekarang, karena pembuatan artikel ini memerlukan suasana hati yang cocok. Agar emosi dan asa yang saya rasakan waktu menulis ini bisa sampai ke pembaca..

Ini merupakan tulisan yang langsung saya buat, pada hari ini jam 10 malam diiringi lagu Sewindu dari Tulus lewat Spotify. Kenapa saya memilih lagu ini ? karena lagu ini sangat mewakili perasaan saya yang akan saya ceritakan. Yok, langsung mulai saja..


Ditolak, siapa yang tidak pernah mengalami fase ini pada hal percintaan ? Pasti hampir dari kalian para kaum lelaki terutama pernah merasakan hal ini.. Itupun yang saya rasakan, hampir tiap mendekati cewek semuanya selalu berujung penolakan. Entah kenapa hal ini bisa terjadi, saya pun terus berusaha mengintrospeksi diri dan terus berusaha lebih baik lagi, berikut akan saya ceritakan kisah yang saya alami 2 bulan  yang lalu, cukup pahit memang untuk dikenang.. Tapi harus ditulis biar lega. Hahaha..

Pada 21 April 2016 bertepatan dengan perayaan Hari Kartini di sekolahan  saya. Acara masih berlangsung seperti biasa, hingga pada akhirnya pulang sekolah. Saya beberes peralatan dan berkemas, lalu menunggu di halaman sekolah. Saya melihat ada seorang adik kelas yang saya jelas kenal, sebut saja dia Ani. Bukan Ani yang bersama Rhoma Irama. Si Ani, cewek cantic dengan tinggi gak seberapa, mukanya yang imut, senyumnya yang bisa bikin harimau menjadi kucing ngondek. Iseng aja, duduk dekat Ani, tanya-tanya. Kebetulan dia juga belum dijemput, saya mah sengaja nongkrong lebih lama wkwk. Dulu saya juga sempat deket dengan dia, dan akhirnya ada satu dan lain hal yang membuat saya harus jauh dengan dia. Akhirnya pada hari itu kita kembali menjalin komunikasi, gak butuh waktu lama kita bisa jadi dekat lagi. Lebih dekat daripada yang dulu.
Kita mulai saling sharing apa yang terjadi, saling gombal-gombalan. Yap, dia pinter banget kalo bikin baper orang, dengan kata-kata MAUT nya yang ‘manis’. Kenapa saya quote-unquote ? Kalian akan tau sendiri nanti..  Sampai akhirnya ada perasaan yang disebut suka di hati saya yang berkembang menjadi sayang, kenapa saya bisa sampai suka dan sayang sama si Ani ini, ya karna keramahan dia, kehangatan yang dia berikan, semangat yang dia berikan. Sempat saya tulis di Update rasanya. Dia yang semangatin saya buat nulis pada waktu itu, tapi gak lama kemudian dia mematahkan hati saya..
Kisah kelam itu bermula pada Sabtu dibulan Mei, lupa deh tepatnya tanggal berapa 14 Mei rasanya sih.. Saya menyatakan cinta ke dia, didepan orang banyak yang lalu lalang, jadi gak tau ada yang perhatiin apa gak. Disitu saya bener-bener mengeluarkan seluruh energi didalam tubuh saya, Ketika saya selesai menyatakan isi hati saya, tiba-tiba seluruh tubuh lemas rapuh dan tertunduk lemas, menunggu jawaban dari bibirnya yang ‘manis’ itu. Dan kalian pasti bisa nebak apa jawabannya. DITOLAK lah jelas.. Kalo gak ditolak ngapain saya tulis ini wkwk..

Alasan yang diutarakan pun cukup mainstream. “Aku gak boleh pacaran kak, sama mama papa.” Disitu saya yang terduduk lemas semakin ndoprok tak berdaya.. Setelah itu dia pergi, dan tim medis pun datang menyelamatkan saya. Tapi itu hanya khayalan, boro-boro tim medis. Yang merhatiin aja kagak ada :’). Akhirnya guru yang saya curhati mendatangi saya dengan ekspresi kebahagiaan mengharapkan sesuatu yang superior akan keluar dari mulut saya. Sayapun dengan lemas menjawab ‘Ditolak pak…’ dengan ekspresi keputus asaan yang lagi memuncak.

Tak lama setelah itu, saya berusaha move on dari dia, di artikel selanjutnya akan saya bahas tentang gimana cara move on.. Sayapun tidak mau di cap cowok yang gampang ngedown, saya gak langsung menghilang dari Ani, apa buktinya ? saat Ani WA saya dengan berkata ‘Maaf ya kak, aku gak boleh pacaran. Jangan sedih ya jangan marah sama aku’. Disitu rasanya hati saya kayak dilindes traktor yang bawa muatan gajah afrika. HANCUR, BERAT, SPEECHLESS. Akhirnya saya pun menjawab dengan singkat ‘Iya gakpapa, aku gak marah kok. Palingan cuma sedih doang’ disitu saya berada pada momen pengen ngomong males, pengen nangis gak bisa, berasa kaya stok air mata itu udah habis. Sayapun mengalihkan topik lain dan berusaha tidak ‘menyentuh’ luka yang masih menganga lebar itu.. Dia masih sama seperti sebelum tanggal 14 Mei, masih (kadang) perhatian, masih dengan joke-jokenya yang bikin hari bewarna kaya abis di grading, kata-kata motivasi ‘manis’ masih keluar dari mulutnya.

Hingga pada suatu hari, saya lost contact dengan dia karena saya sibuk pada waktu itu.. Hingga tiba-tiba saya dengar dan lihat di sosmed serta beberapa teman  Ani yang WA saya, memberitahukan soal Ani. Ternyata Ani sudah berpacaran dengan Budi pada tanggal 16 Juni. Pada waktu itu dunia seakan-akan menjadi warm gradingnya. Yang ada dipikiran saya hanyalah amarah, tapi saya tetap berusaha berpikir jernih dan menguasai diri, kalo udah gak bisa menguasai diri, udah tak lempar ke Neptunus mereka berdua. Sayapun tanya ke dia soal hubungan dia dengan Budi. Diapun hanya berkata bahwa mereka TEMAN DEKAT.

Saya inget, waktu dia pernah berpacaran dengan Chiko dan Jason (Nama Samaran). Ani hanya berkata teman dekat. So, disitu saya langsung membombardir dia dengan apa yang dia nyatakan ke saya 1 bulan yang lalu. Dia terus melakukan penyangkalan, sampai teman saya si Chelsea (Samaran juga) berusaha menenangkan saya. Terus terang, saya pada waktu itu bener-bener kaya disambar petir pas panas-panasnya. Au dah rasanya.. Saya pun berusaha menenangkan diri saya sendiri yang rasanya terbakar api. Api cemburu ? Api amarah ? Entah.. Both of them ? Allright.

Mungkin kalian tau sekarang betapa ‘manisnya’ ucapan dia. Saya akhirnya move on dan berusaha menerima dan menghadapi kenyataan ini. Life must go on, beybeh.. Ya langsung saja ke pesan moral dari cerita diatas yang berdasarkan hasil pemikiran saya..

Jangan terlalu berharap pada siapapun. Karena manusia pasti akan mengecewakan.
Kuasai diri kalian, jangan marah secara brutal. Karena amarah tidak akan menyelesaikan masalah.

Okay this is end of this post. Mungkin ada beberapa cerita yang saya skip karena waktu, saya harus segera tidur karena besok MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di SMK saya, so saya harus bangun pagi buat besok. Doakan saya. Wish Me Luck!. Sampai jumpa di post berikutnya.. Ciao!

No comments:

Post a Comment